Prospek menjanjikan Budidaya Lidah Buaya

Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia tanaman lidah buaya sudah tidak asing lagi karena sering dijumpai di depan rumah sebagai pagar atau ditanam dalam pot sekedar sebagai penghias taman, namun tidaklah demikian bagi Zuarti (37) warga RT 14/RW 5 Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga persis bersebelahan dengan Posko TMMD Reguler ke-110 Kodim 0702/Purbalingga.

Hal ini secara tidak sengaja dijumpai oleh Tim Liputan Pendim 0702/Purbalingga saat melaksanakan tugasnya liputan dalam rangka publikasi TMMD.

Saat berjalan menyusuri perkampungan warga di sekitar Posko, Sertu Satria Ferry Sonarya selaku Kapendim 0702/Purbalingga menjumpai kebun seluas sekitar 2 Ha milik warga yang ditanami lidah buaya, (23/2/2021).

“Kami melaksanakan tugas liputan sekalian anjangsana berkenalan dengan masyarakat sekitar Posko, kami jumpai ada kebun seluas sekitar 2 Ha yang penuh tanaman lidah buaya, penasaran akan hal ini kami mencari siapa pemiliknya yang ternyata milik Zuarti,” ungkapnya.

Saat di konfirmasi Zuarti membenarkan bahwa kebun lidah buaya adalah miliknya yang di kelola bersama suaminya.

“Milik Kami pak kebun lidah buaya ini, yaitu tanaman yang dikenal memiliki berbagai khasiat yang baik untuk kesehatan karena daun lidah buaya di dalamnya memiliki gel yang sifatnya menahun.

Selain untuk tanaman obat, lidah buaya juga dapat digunakan sebagai tanaman hias, minuman, keripik maupun bentuk olahan makanan lainnya, ” ungkapnya.

Saat di cecar beberapa pertanyaan seputar alasannya menanam dalam jumlah banyak zuarti menuturkan bahwa ini adalah usahanya.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu akan hal ini, seperti di Purbalingga sendiri yang membudidayakan secara serius masih jarang padahal dari hal ini kami dapat meraup pendapatan hingga 10 juta perbulan karena harga 1 Kg lidah buaya super di tingkat pengepul dapat laku sampai dengan 7.000 Rupiah, di Supermarket sendiri harganya dapat mencapai 15.000 Rupiah, bila kita ekspor tentunya lebih dari itu harganya,” paparnya meyakinkan.

“Perawatan dan bibitnya murah serta relatif tidak ada hama yang menjadi musuh sehingga kemungkinan gagal panen kecil, karenanya melalui kegiatan TMMD ini bila diijinkan kami ingin melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat akan hal ini yang tentunya didampingi TNI yang sedang TMMD,” katanya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *